Tampilkan postingan dengan label Bom Serpong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bom Serpong. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2011

Dipersiapkan, Bom Bunuh Diri

Didampingi Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Boy Rafli Amar (kiri), Kepala Pusat Laboratorium Forensik Polri Brigjen (Pol) Andayono (tengah) menunjukkan barang bukti sejumlah kasus teror bom yang terjadi di Indonesia dalam rilis kasus tersebut di Puslabfor Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (26/4). Barang bukti itu disita dari sejumlah kasus, seperti bom buku, bom Cirebon, dan Serpong. KOMPAS/WISNU WIDIANTORO

Didampingi Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Boy Rafli Amar (kiri), Kepala Pusat Laboratorium Forensik Polri Brigjen (Pol) Andayono (tengah) menunjukkan barang bukti sejumlah kasus teror bom yang terjadi di Indonesia dalam rilis kasus tersebut di Puslabfor Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (26/4). Barang bukti itu disita dari sejumlah kasus, seperti bom buku, bom Cirebon, dan Serpong.

Jakarta, Kompas - Tersangka jaringan pelaku terorisme terkait teror bom buku dan bom di dekat Gereja Christ Cathedral, Serpong, Tangerang, telah mempersiapkan seorang tersangka sebagai pelaku bom bunuh diri atau pengantin. Namun, kapan bom bunuh diri itu akan diledakkan belum diketahui.

Polri juga belum bisa menyebutkan di mana pengantin itu akan meledakkan diri. Hal itu dijelaskan Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar di Jakarta, Selasa (26/4).

”Tersangka berinisial J, ditangkap di Aceh, tengah dipersiapkan. Baru dalam perencanaan jadi pengantin,” kata Boy. Keterangan itu diperoleh dari tersangka jaringan pelaku teror bom buku dan bom di Serpong berinisial P (diduga Pepi Fernando).

Menurut Boy, J berlatar belakang pendidikan di perguruan tinggi keagamaan. Namun, ia belum dapat menjelaskan apa target bom bunuh diri itu.

Boy menuturkan, dalam dugaan kasus teror bom buku dan temuan rangkaian bom di Serpong, kepolisian tidak hanya menemukan bahan rakitan bom, tetapi juga buku yang disita di sejumlah lokasi. Buku itu, antara lain, berjudul Penggetar Iman di Medan Jihad, 59 Tahun Aceh Merdeka di Bawah Pemerintahan Ratu, Megaproyek Kedua Al Qaeda, Prinsip-prinsip Jihad dari Abdullah Azam, Membina Angkatan Mujahidin, serta Jihad dan Khas Kelompok yang Dijanjikan.

Kepala Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri Brigadir Jenderal (Pol) Andayono mengatakan, barang yang disita dan diperiksa Puslabfor Polri terkait dengan rangkaian teror bom buku, bom bunuh diri di Masjid Polresta Cirebon, dan bom di Serpong. Rangkaian teror bom buku terjadi pada 15-16 Maret 2011 di Utan Kayu, Kantor Badan Narkotika Nasional, serta kediaman Ahmad Dhani dan Yapto S Soerjosoemarno.

Menurut Andayono, bom buku memiliki sifat daya ledak yang rendah (low explosive). Bahan bakunya, antara lain, klorat dan serbuk aluminium. Pada 18 Maret 2011 ditemukan bom rakitan di Kota Wisata, Gunung Putri, Bogor. ”Bom diamankan Tim Gegana, tetapi meledak saat dalam perjalanan,” katanya.

Pada 25 Maret juga ditemukan rangkaian bom di Jalan Raya Puspiptek, Tangerang. ”Bom ditaruh di got, meledak, tetapi tidak menimbulkan korban,” katanya. Selain itu, terjadi aksi bom bunuh diri di Masjid Adz-Dzikro, Polresta Cirebon.

Tanggal 21 April 2011, di dekat Gereja Christ Cathedral, Serpong, ada lima rangkaian bom rakitan. ”Dua bom meledak. Tiga bom tidak meledak,” ujarnya.

Dari rangkaian aksi teror bom buku dan temuan bom di Serpong itu, lanjut Andayono, Puslabfor Polri, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, dan Gegana menyita sejumlah bahan pembuat bom. ”Seandainya tidak tertangkap, berapa puluh bom yang akan dirakit dan membahayakan masyarakat,” katanya.

Bom di rumah kos Pepi

Dari Banda Aceh, Selasa malam, dilaporkan, Polri menemukan satu kardus yang diduga berisi bahan peledak di bekas rumah kos terduga teroris bom buku, Pepi Fernando, di Jalan Taman Siswa, Dusun Seroja, Merduati. Petugas Densus 88 Antiteror Polda Aceh, dibantu Satuan Gegana Brimob Polda Aceh, hingga semalam pukul 21.30 masih di lokasi penemuan. Diduga masih ada bahan peledak lain yang tersimpan di rumah kos itu.

Rumah tempat ditemukannya bahan peledak itu milik M Fadil, mantan teman kuliah Pepi. Fadil kini juga terduga teroris karena dianggap ikut menyembunyikan pelaku terorisme.

Di Jakarta, Selasa, juga ditemukan tas plastik hitam di dekat mesin penjaring sampah otomatis Kali Baru, Jalan Dewi Sartika, Kramat Jati. Setelah diceraiberaikan dengan diledakkan oleh Satuan Gegana Polda Metro Jaya, terbukti tas itu berisi kabel, baterai, jam weker, dan pipa paralon, yang diduga bom rakitan.

Namun, Kepala Subbagian Humas Polresmetro Jakarta Timur Komisaris Didik Hariyadi menyatakan, tak ditemukan bahan peledak dalam rakitan itu. Tas plastik hitam itu pertama kali ditemukan M Samsul (45), operator mesin penjaring sampah otomatis Kali Baru.

Selasa sore, Tim Gegana Polda Metro Jaya juga menyisir akses keluar Jalan Tol Jagorawi menuju Cawang dan taman sekitar akses keluar tol Kodam, Jalan Mayjen Sutoyo, Jaktim. Penyisiran itu terkait penangkapan tersangka kasus terorisme. Arus lalu lintas menuju Cililitan tersendat selama penyisiran.

Jadi siaga III

Di depan Komisi I DPR, Selasa, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menyatakan, status siaga I yang mulai berlaku 21 April 2011 sudah diturunkan menjadi siaga III, 25 April 2011. Status siaga I diputuskan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait dengan laporan Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo tentang penangkapan tersangka teror bom buku dan penemuan bom di Serpong.

Secara terpisah, peneliti terorisme dari International Crisis Group, Sidney Jones, menuturkan, aksi terorisme di Indonesia belakangan ini kemungkinan dilancarkan kelompok kecil baru. Untuk itu, pemerintah dan aparat keamanan perlu lebih jeli menanggulangi terorisme karena akan lebih sulit dideteksi.

Menurut dia, kelompok kecil itu sebenarnya terdeteksi sejak 1,5 tahun lalu. Hal itu terlihat dari penangkapan tersangka teroris di Klaten, Medan, Bandung, dan Lampung.

(fer/cok/iam/bil/nwo/han)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/.../Dipersiapkan..Bom.Bunuh.Diri

Related Articles:



This Related-Post-By-Category Widget by Hoctro | Jack Book

Kamis, 21 April 2011

Anysaad Mbai: Gerakan Radikal Bisa Bersatu di Level Tertentu

Rachmadin Ismail - detikNews

Jakarta - Meski sepintas tampak tidak berhubungan, aksi teror sejumlah gerakan radikal bisa mempunyai korelasi yang besar. Gerakan radikal bisa bersatu dalam level tertentu.

"Mereka kelihatan terpisah di tiap kasus, tapi di level tertentu bisa bersatu, contohnya di Aceh itu. Semua kelompok bertemu di situ," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai, tentang keterkaitan sejumlah aksi teror belakangan ini.

Seperti diketahui, polisi sudah memastikan 19 orang yang ditangkap hari ini adalah pelaku bom buku sekaligus perencana bom di Gereja Christ Cathedral, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang.

Berikut wawancara lengkap wartawan dengan Ansyaad Mbai usai rapat tentang kondisi keamanan di kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Kamis (21/4/2011).

19 Orang yang ditangkap itu adalah tersangka bom buku yang sekaligus merencanakan bom di gereja. Jadi pelakunya sama?

Lah iya, semua itu ditangkap keterkaitan dengan bom buku, yang ternyata mereka juga sedang merencanakan bom di gereja.

Dipastikan bom di Serpong itu ditujukan untuk gereja?

Ya ditemukan di sana.

Benar di dekat pipa gas?

Tidak usah membahas secara teknis begitu, biarkan saja

Seberapa besar kemungkinan serangan seperti itu?

Kita harus perkirakan ancaman ke depan, untuk itu Presiden menginstruksikan kewaspadaan, diminta semua elemen bangsa ini untuk bangkit, bekerja sama melawan ini.

Selain 19 orang itu, apakah masih ada orang lain yang terkait?

Investigasi itu masih berjalan. Mulai sore ini, sudah berlaku kesiapsiagaan seluruh aparat, dan elemen masyarakat diminta siaga.

Bom buku dan gereja apakah terkait dengan kelompok Cirebon?

Ini baru pemeriksaan di TKP ya, sementara di TKP itu belum kelihatan. Tapi kalau ditarik kepada motif, itu kemungkinan akan terlihat keterkaitan itu, karena ini kan gerakan radikal. Gerakan radikal itu ada korelasi, ada mainstream yang besar, sudah belasan tahun. Sejak tahun 1999 ini kan gerakan radikal, satu deret nama-nama di situ. Di tiap kasus sepertinya tidak ada hubungan, tapi tokoh-tokoh tiap kasus pasti ada kaitan dengan tokoh mainstream ini.

Jadi, jaringan lama? NII juga?

Ada NII, ada JI, JAT, kelompok-kelompok radikal lain. Radikal ini kan ada dua macam, teroris dan nonteroris. Tetapi kalau ditarik motifnya ke belakang, Anda bisa lihat. Di situ ada tokoh-tokoh yang selama ini terkenal, mulai dari Hambali, Abu Bakar Ba'asyir, macam itu. Mereka kelihatan terpisah di tiap kasus, tapi di level tertentu bisa bersatu, contohnya di Aceh itu. Semua kelompok bertemu di situ.

Kenapa pendeteksian tidak sekaligus saja?

Negara kita ini kan negara demokrasi, pemerintah concern betul mempertahankan demokratisasi. Tindakan pemerintah harus berdasarkan hukum, tidak boleh kita langgar itu.

Artinya dari dulu sudah terdeteksi organisasi-organisasi semacam itu?

NII ini kan sudah 60 tahun lebih.

NII yang mana?

Tunggu saja. Seluruh kasus teror itu kalau case by case tidak berhubungan tapi kalau ditarik ke motifnya, kelihatan mainstreamnya. Anda sudah paham itu kan? Buktinya sudah ada di pengadilan.

Ini kan menjelang Paskah, apakah intelijen melihat ada ancaman?

Sekarang bukan intelijen ada, tapi sudah fakta. Sudah muncul, sudah ada bom di gereja.

Tersangka itu perannya seperti apa, otaknya siapa?

Tunggu saja.

Apa ada tokoh lain pengganti Ba'asyir?

Mungkin.

Pelaku bom Cirebon, Serpong, bom buku, apa similar devices dan modusnya?

Ada elemen-elemen yang sama, kemudian ada secara parsial mungkin ada karakteristik lain.

Sydney Jones bilang kelompok kecil coba serang parsial. Apakah terinspirasi dari kelompok mainstream?

Iya betul, inspirator itu dari kelompok mainstream.

Wilayah mana yang paling potensial terancam bom?

Kalau potensi, nomor satu tentu Ibukota. Semua kota besar berpotensi. Kalau dia ngebom di gunung kan nggak ada yang perhatiin, dia ini kan minta perhatian. Terutama Anda-anda (wartawan) ini. Untuk apa dia ngebom kalau nggak ada wartawan. Lihat saja kelompok radikal, yang unjuk rasa anarkis itu. Kalau TV-nya pergi, dia sudah bubar.

Terpicu penangkapan Umar Patek?

Umar Patek itu masuk dalam figur mainstream.

Jadi yang sekarang ini turunan dari mainstream Umar Patek?

Saya bilang di mainstream itu ada kaitan.

Dengan Pak Menlu Marty Natalegawa membicarakan deportasi tidak?

Deportasi itu semua negara pasti berkepentingan melindungi warga negaranya biar salah, tapi masalahnya banyak negara juga berkepentingan dengan dia dan punya yurisdiksi, Amerika, Eropa berkepentingan.

Deportasi paling cepat kapan?

Tunggu dulu, sampai di mana prosesnya di sana.

Soal bom di Serpong, apa betul bom dekat pipa gas?

Itu soal teknis, tunggu saja, saya bukan tukang pipa.

(lrn/vta)

Catatan SCN:

Angka 1 dan angka 9 juga muncul dalam jumlah 19 orang yang merencanakan dan melakukan ledakan bom buku dan bom Serpong. Untuk bom yang berjumlah 9 buah dan hendak diledakkan pada pukul 9, lihat http://sc-collection.blogspot.com/2011/04/paket-bom-serpong-akan-diledakkan-besok.html

Related Articles:



This Related-Post-By-Category Widget by Hoctro | Jack Book

Paket Bom Serpong Akan Diledakkan Besok Pukul 9 Pagi

Jakarta - Paket bom yang ditemukan di dekat Gereja Crist Kathedral Sumarrecon Gading Serpong, rencananya akan diledakkan pada hari Jumat (22/4/2011) besok sekira pukul 09.00 WIB. Hal ini diketahui dari timer yang ditemukan dalam paket tersebut.

"Rencananya bom tersebut akan di ledakkan besok jam 9 pagi, saya tahu karena diatasnya itu ada Handphone," ujar Sekertaris Jendral Gereja Crist Kathedral Gading Serpong, Nardi Atmaja, di lokasi, Jalan Telaga Gading Serpong, Tangerang, Kamis (21/4/2011).

Menurutnya, informasi mengenai adanya paket bom tersebut diperoleh dari pihak kepolisian yang menghubunginya sekira pukul 08.00 WIB. "Setelah itu saya kesini polisi sudah ramai di lokasi," imbuhnya.

Lebih lanjut Nardi menjelaskan, paket bom itu ditemukan diluar area gereja tepatnya disekitar pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN). Paket-paket tersebut berjumlah sembilan buah yang diletakkan di dalam ransel yang disebat di tiga titik yang berbeda.

"Sebelumnya tidak ada ancaman, ini memang yang pertama kali," jelasnya.

Nardi menduga, paket bom yang ditemukan ini merupakan rangkaian teror yang terjadi di Jakarta. Karena polisi telah menangkap pelaku, maka polisi mendapatkan informasi bahwa ada paket bom di wilayah Serpong.

"Sebenarnya tujuannya untuk gereja ini. Kalau meledak ini bisa merembet, karen pipa ini kan panjang sampai ke laut, Serpong juga bisa meledak," tandasnya. (ajt/clq)

Sumber: http://www.today.co.id/read/2011/04/21/26757/paket_bom_serpong_akan_diledakkan_besok_pukul_9_pagi

Catatan SCN

  1. Jika pipa gas meledak, maka yang menjadi korban bukan hanya pengunjung gereja, tapi seluruh penduduk sipil yang berada di sekitar pipa gas. Ini rencana pembantaian keji terhadap penduduk sipil tanpa pandang bulu.
  2. Perhatikan kemunculan angka 9 dalam kasus bom Serpong itu (jumlah bom dan jam hendak diledakkan). Lalu jumlah orang yang merencanakan dan melaksanakan pengeboman bom Serpong (terkait dengan bom buku) berjumlah 19 orang yang juga terdiri dari angka 1 dan 9. Rencana peledakakannya tanggal 22 April 2011 yang dapat dituliskan 22/4/2011. Kurangkan angka 22 dengan angka 4 demikian 22-4=18. Angka 18 terdiri dari angka 1 dan 8, lalu jumlahkan kedua angka tersebut 1 + 8 = 9. Angka 9 kembali muncul. Jam peledakan yang dirancangkan juga pukul 9. Lagi-lagi kita menjumpai variasi angka 1 dan 9. Lalu ingat bahwa angka satu dan angka sembilan juga secara konsisten muncul dalam tragedi Ambon (19/1/1999) dan WTC (1-911-999) , serta tragedi bom Bali 2 (12 - (1+1+1) = 9) . Kebetulan yang berulang-ulang pada bom buku, bom Serpong, bom Bali, tragedi kemanusiaan Ambon, dan WTC selalu memunculkan angka 1 dan 9. Selain itu, 22 April 2011 dapat dituliskan dengan cara menulis tanggal 22-4-11 yang mana 22-4-11. Tanggal 22-4-11 menjadi (22-4)11 => (18)11 => (1+8)11 => (9)11 => 911 (peristiwa WTC). Kebetulan yang terjadi secara konsisten bukanlah kebetulan, mengindikasikan ada dalang yang merencanakannya. Apakah ini mengindikasikan dalang dan jaringannya sama antara kasus-kasus tragedi kemanusiaan tersebut?
  3. Semoga hari peringatan wafat Isa Al Masih yang disebutkan dalam Alkitab dan Al Qur'an itu dapat berjalan baik tanpa gangguan dari para teroris anti-Al Masih itu. Amiin

Related Articles:



This Related-Post-By-Category Widget by Hoctro | Jack Book