Tampilkan postingan dengan label teroris Medan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teroris Medan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Mei 2011

Tersangka Teroris Lampung Kakak Beradik - KOMPAS.com

Tersangka Teroris Lampung Kakak Beradik - KOMPAS.com:

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Empat warga Bandar Lampung yang diringkus pasukan Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri terkait kasus Medan ternyata masih punya hubungan saudara. Di antara mereka ada yang kakak beradik.

Penangkapan tiga di antara pemuda itu terjadi di dua lokasi terpisah di kawasan Gedong Air, Tanjungkarang Barat, Minggu (19/9/2010) malam. Kakak beradik Heri Kuswanto (25) dan Hendri Susanto (29) ditangkap di rumahnya di Jalan Imam Bonjol Gang Bukit IV.

Operasi penangkapan berlangsung tak lebih dari 15 menit dan berlangsung dramatis di kegelapan malam. Petugas yang datang mengenakan pakaian hitam dan bersenjata lengkap langsung mengacungkan pistol ke arah kepala Suratmanto (60), ayah Heri.

"Begitu saya membuka pintu, dia langsung menodongkan pistol ke kepala saya. Angkat tangan. Bapak tidak usah berteriak, katanya. Ya sudah, saya diam saja," kata Suratmanto di kediamannya, Selasa (21/9/2010). Waktunya saat itu sekitar pukul 22.00 WIB.

Ia sama sekali tak menyangka kehadiran orang-orang bersenjata itu karena listrik di rumahnya tiba-tiba padam. Ketika listrik menyala, rumahnya telah dipenuhi polisi, dan kedua anaknya telah diikat pakai lakban atau borgol.

Setelah beberapa orang masuk ke dalam rumah, Suratmanto mendengar suara langkah-langkah kaki dari gang kecil menuju rumahnya. "Mereka langsung menggeledah rumah dan menangkap anak saya. Prosesnya sangat singkat, tak sampai 15 menit. Mungkin hanya 10 menit," imbuhnya.

Saat petugas datang, Heri sedang bermain PlayStation di kamarnya. Sedangkan Hendri Susanto meringkuk di kamarnya karena masih sakit. Pemuda ketiga yang Minggu malam juga disergap adalah Wahono alias Bawor.

Ia ditangkap saat mengantarkan undangan perkawinan ke rumah seseorang di Susunan Baru, Tanjungkarang Barat. Tersangka keempat yang masuk daftar tangkapan bernama Anton Sujarwo, adik kandung Wahono alias Bawor.

Belum diketahui di mana Anton ditangkap. Namun Anton sudah tak kelihatan batang hidungnya sejak Kamis (16/9/2010) lalu.

Lokasi penahanan keduanya belum diketahui, diduga semuanya dibawa ke Mabes Polri. Orangtua ke empat pemuda ini tidak percaya anak-anaknya terlibat kasus terorisme. Kapolda Lampung berjanji akan merespon kegiatan jejaring teror di Lampung. (Heribertus Sulistyo/Wakos Reza Gautama)

Related Articles:



This Related-Post-By-Category Widget by Hoctro | Jack Book

Kamis, 21 April 2011

Teroris di Medan Residivis Bom Kedutaan Besar Australia

JAKARTA Dua dari lima tersangka teroris yang ditangkap di Medan, Sumatera Utara, adalah residivis pelaku peledakan bom Kedutaan Besar Australia di Kuningan, Jakarta, pada 2004. Menurut juru bicara Markas Besar Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Edward Aritonang, kedua tersangka itu adalah Ibrahim abas Deni alias Suramto dan Japar alias Lutfi alias Upen alias Abu Musa. "Keduanya alumni Mahad Ali, Universitas Al-Mukmin, Ngruki, Solo," ujar Edward dalam keterangan persnya di Mabes Polri kemarin.

Kepolisian Kota Besar Medan dua hari yang lalu menangkap enam lelaki dengan gelagat mencurigakan. Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Inspektur Jenderal Oegroseno mengatakan keenam lelaki itu diduga anggota jaringan teroris Aceh yang diburu tim antiteror Mabes Polri. Menurut Oegroseno, polisi menangkap enam dari delapan lelaki penumpang mobil Kijang Jantan bernomor polisi wilayah Aceh itu. Dua penumpang mobil lainnya kabur. Hingga kemarin sore, mereka masih dikejar polisi.

Edward menjelaskan, lima tersangka dibawa ke Mabes Polri untuk diperiksa lebih lanjut. Sementara itu, satu orang lainnya masih berada di Medan karena menjalani perawatan. Edward menyebutkan nama dan peran para teroris yang tertangkap di Medan itu. Pertama adalah Qomaruddin abas Abu Musa alias Mustagim alias Abu Yusuf alias Hafshoh.Edward menuturkan, Qomaruddin berperan sebagai koordinator pelatihan di Aceh dan alumnus Akademi Militer Al-Jamaah, Mindanao, Filipina Selatan. Dia juga terlibat dalam kontak senjata dengan Detasemen Khusus 88 Antiteror pada Maret lalu. Tersangka kedua Pandu Wicaksono Widyan Putro sebagai peserta latihan dan ditempatkan di Regu ini. "Dia termasuk yang dicari karena ikut mengamankan Noor Din M. Top (almarhum) di Solo," kata Edward.

Sementara itu, Bayu Sena alias Budi adalah orang yang ikut merencanakan dan merakit bom untuk mengebom Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jatiasih, Bekasi. Edward mengatakan polisi masih mengejar dua teroris yang masih kabur. "Yakni Ali dan Daud alias Usman alias Gito," katanya.Dari Medan, Wakil Kepala Polda Sumatera Utara Brigadir Jenderal Syafruddin mengatakan Qomaruddin alias Abu Musa beserta tujuh anggota teroris lainnya keluar dari wilayah Nanggroe Aceh Darussalam guna mempersiapkan perencanaan aksi teror lain.Dari Magetan, Jawa Timur, keluarga salah satu tersangka teroris, Lutfi, mengaku belum menerima pemberitahuan resmi dari polisi. Keluarga juga masih belum yakin Lutfi salah satu tersangka teroris. "Sebagai orang tua, saya terkejut," kata Bukhori Burhanuddin, ayah ayah Lutfi, kemarin.

Sumber: http://bataviase.co.id/node/167265

Related Articles:



This Related-Post-By-Category Widget by Hoctro | Jack Book